Kamis, 22 Januari 2026 | 3 min read | Andhika R
Global Cybersecurity Outlook 2026: Penipuan Siber Geser Ransomware di Mata CEO, Kesenjangan Prioritas C-Level Melebar
Laporan tahunan Global Cybersecurity Outlook 2026, yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) bekerja sama dengan Accenture, mengungkap pergeseran psikologis yang signifikan di kalangan pemimpin bisnis global. Untuk pertama kalinya dalam sejarah laporan ini, Penipuan Siber (Cyber-enabled Fraud) telah menggeser posisi Ransomware sebagai kekhawatiran utama para CEO.
Perubahan ini bukan tanpa alasan. Setelah satu tahun yang diwarnai oleh gelombang penipuan pembayaran, pencurian identitas, dan skema scam yang menargetkan eksekutif, para pemimpin bisnis kini memandang risiko siber dari lensa kerugian finansial langsung dan paparan reputasi pribadi. Namun, pergeseran ini menciptakan dinamika baru yang kompleks karena para pemimpin keamanan teknis (CISO) masih berjuang di medan perang yang berbeda.
Laporan ini menyoroti ketidakselarasan (misalignment) yang semakin tajam antara prioritas CEO dan CISO:
- Perspektif CEO (Fokus Finansial): Hampir tiga dari empat CEO melaporkan telah terdampak langsung atau mengenal rekan yang menjadi korban penipuan siber pada tahun 2025. Bagi mereka, ancaman siber kini bersifat personal dan finansial.
- Perspektif CISO (Fokus Operasional): Di sisi lain, CISO tetap menempatkan Ransomware sebagai ancaman nomor satu. Fokus mereka terkonsentrasi pada ketersediaan sistem (availability), pembatasan pelanggaran (containment), dan kesiapan kepatuhan.
Perbedaan perspektif ini kritikal karena mempengaruhi alokasi anggaran dan penegakan kebijakan. Jika CEO fokus pada pencegahan penipuan transaksi sementara CISO fokus pada pemulihan sistem, celah pertahanan organisasi dapat melebar.
Salah satu temuan paling mengejutkan adalah perubahan persepsi terhadap Kecerdasan Buatan (AI).
- Tahun 2025: Kekhawatiran terbesar adalah "Serangan eksternal yang didukung AI".
- Tahun 2026: Kekhawatiran bergeser menjadi "Paparan Internal". Eksekutif kini lebih takut pada kebocoran data sensitif akibat ketidaksengajaan staf yang menggunakan platform Generative AI tanpa pengawasan.
Hampir dua pertiga organisasi kini mewajibkan penilaian keamanan terhadap alat AI sebelum digunakan. Selain itu, eksploitasi celah perangkat lunak (software flaws) menempati posisi ketiga risiko terbesar, didorong oleh ketergantungan masif pada pustaka pihak ketiga dan integrasi aplikasi yang meluas.
Laporan WEF 2026 ini memberikan gambaran jelas bahwa tantangan keamanan siber bukan lagi sekadar masalah teknis, melainkan masalah tata kelola manusia dan strategi bisnis. Kesenjangan prioritas antara CEO dan CISO adalah risiko laten; strategi pertahanan yang efektif membutuhkan penyatuan visi di mana perlindungan terhadap penipuan finansial dan ketahanan operasional berjalan beriringan, bukan saling berebut sumber daya.
Refleksi dari berbagai proyek konsultasi strategi keamanan yang kami tangani menunjukkan pola yang konsisten, di mana risiko terbesar sering kali muncul bukan dari canggihnya serangan peretas, melainkan dari "bayang-bayang" penggunaan teknologi oleh karyawan sendiri (Shadow IT). Ketakutan eksekutif terhadap kebocoran data via GenAI sangat beralasan. Oleh karena itu, di Fourtrezz, kami melihat urgensi bagi perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan firewall, tetapi memperkuat pilar Employee Training dan kebijakan tata kelola data. Karyawan harus diedukasi bahwa input data rahasia ke platform AI publik adalah bentuk kebocoran data, sama bahayanya dengan serangan eksternal.
Lebih jauh, ditempatkannya eksploitasi celah perangkat lunak sebagai risiko utama menuntut kewaspadaan terhadap rantai pasok digital. Melalui layanan konsultasi strategi, Fourtrezz membantu organisasi membangun mekanisme validasi yang ketat terhadap mitra dan perangkat lunak pihak ketiga. Kami menekankan bahwa Anda tidak bisa mengontrol keamanan vendor Anda, namun Anda bisa (dan wajib) memvalidasi postur keamanan mereka sebelum mengintegrasikannya ke dalam sistem vital perusahaan. Langkah validasi ini adalah benteng terakhir untuk mencegah kerentanan eksternal meruntuhkan operasi internal.
Andhika RDigital Marketing at Fourtrezz
Artikel Terpopuler
Tags: Harga Pentest, Keamanan Siber, Jasa Pentest, Audit IT, Fourtrezz
Baca SelengkapnyaBerita Teratas
Berlangganan Newsletter FOURTREZZ
Jadilah yang pertama tahu mengenai artikel baru, produk, event, dan promosi.



