Jumat, 28 Februari 2025 | 6 min read | Andhika R

Wi-Fi Publik Bisa Jadi Ancaman Keamanan, Begini Cara Hacker Membobol Data Anda

Wi-Fi publik kini tersedia di berbagai tempat, mulai dari kafe, bandara, hotel, hingga pusat perbelanjaan. Kemudahan akses ini membuat banyak orang menggunakannya untuk bekerja, mengakses media sosial, atau sekadar berselancar di internet. Namun, di balik kenyamanannya, Wi-Fi publik menyimpan risiko keamanan yang tidak bisa diabaikan.

Jaringan ini sering kali tidak dilindungi dengan enkripsi yang memadai, sehingga membuka celah bagi peretas untuk mencuri data pengguna. Tanpa langkah pencegahan yang tepat, informasi pribadi seperti kata sandi, data keuangan, dan riwayat penjelajahan dapat dengan mudah diretas.

Menurut laporan dari Norton Cybersecurity Insights, sekitar 60% pengguna internet pernah menggunakan Wi-Fi publik, tetapi hanya sedikit yang menyadari ancaman yang mengintai. Studi lain dari Kaspersky Lab menemukan bahwa sepertiga serangan siber terjadi melalui jaringan Wi-Fi yang tidak aman. Fakta ini menunjukkan bahwa peretasan melalui Wi-Fi publik bukan sekadar ancaman teoritis, melainkan ancaman nyata yang dapat terjadi kapan saja.

Wi-Fi Publik Bisa Jadi Ancaman Keamanan, Begini Cara Hacker Membobol Data Anda.webp

Bagaimana Hacker Bisa Bobol Data Lewat Wi-Fi Publik?

Hacker memiliki berbagai metode untuk mengeksploitasi kelemahan Wi-Fi publik. Berikut adalah beberapa teknik yang paling sering digunakan:

  1. Man-in-the-Middle Attack (MITM)

Dalam serangan ini, peretas menyusup ke dalam komunikasi antara perangkat pengguna dan jaringan. Dengan menyamar sebagai perantara, mereka dapat menguping percakapan, mencuri informasi pribadi, atau bahkan mengubah data yang dikirim dan diterima oleh korban. MITM sangat berbahaya karena korban sering kali tidak menyadari bahwa data mereka sedang dimanipulasi.

  1. Evil Twin Attack

Evil Twin adalah teknik di mana hacker membuat jaringan Wi-Fi palsu dengan nama yang mirip dengan jaringan resmi. Misalnya, jika ada Wi-Fi asli bernama "Cafe_FreeWiFi", peretas dapat membuat jaringan dengan nama "CafeFree_WiFi" untuk menipu pengguna agar terhubung ke jaringan palsu. Begitu terhubung, semua data yang dikirimkan oleh pengguna, termasuk kata sandi dan informasi kartu kredit, dapat disadap oleh hacker.

  1. Packet Sniffing

Packet sniffing adalah teknik di mana hacker menggunakan perangkat lunak khusus untuk menangkap dan menganalisis lalu lintas data yang dikirim melalui jaringan Wi-Fi. Jika koneksi tidak dienkripsi dengan baik, hacker dapat membaca setiap informasi yang dikirim, termasuk email, kredensial login, hingga data transaksi keuangan.

  1. Malware Injection

Beberapa jaringan Wi-Fi publik dapat digunakan hacker untuk menyebarkan malware ke perangkat pengguna. Setelah perangkat terinfeksi, malware dapat digunakan untuk mencuri data, mengendalikan perangkat dari jarak jauh, atau bahkan mengakses akun perbankan korban. Metode ini sering kali tidak terdeteksi hingga pengguna mengalami kehilangan data atau aktivitas mencurigakan pada perangkat mereka.

Risiko yang Bisa Terjadi Jika Data Anda Dicuri

Menggunakan Wi-Fi publik tanpa perlindungan yang memadai dapat berujung pada berbagai konsekuensi serius, antara lain:

  1. Pencurian Kata Sandi dan Akun Media Sosial

Hacker dapat mencuri kredensial login untuk akun media sosial, email, atau layanan penting lainnya. Mereka bisa menyalahgunakan akun tersebut untuk menyebarkan malware, melakukan penipuan, atau bahkan meminta uang dari teman dan keluarga korban.

  1. Penyalahgunaan Data Kartu Kredit dan Transaksi Keuangan

Jika Anda memasukkan informasi kartu kredit atau melakukan transaksi keuangan melalui Wi-Fi publik yang tidak aman, hacker bisa mencuri detail kartu dan menggunakannya untuk transaksi ilegal. Banyak kasus pencurian identitas berawal dari kebocoran data di jaringan publik.

  1. Identitas Dicuri dan Digunakan untuk Kejahatan Lain

Data pribadi seperti nomor telepon, alamat rumah, atau bahkan nomor identitas bisa disalahgunakan oleh peretas untuk melakukan tindakan kriminal. Identitas Anda bisa digunakan untuk membuat akun palsu, melakukan penipuan, atau bahkan mendaftarkan layanan atas nama Anda tanpa izin.

  1. Penyebaran Malware ke Perangkat Pengguna

Begitu hacker berhasil menyusup ke perangkat Anda, mereka dapat menginstal malware yang bisa merusak sistem, mencuri informasi, atau bahkan mengenkripsi data Anda dan meminta tebusan (ransomware). Hal ini bisa menyebabkan kehilangan data penting dan kerugian finansial.

Cara Mencegah Peretasan Data Lewat Wi-Fi Publik

Agar tetap aman saat menggunakan Wi-Fi publik, penting untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan yang dapat mengurangi risiko peretasan. Berikut beberapa cara efektif untuk menjaga keamanan data Anda saat terhubung ke jaringan Wi-Fi di tempat umum.

  1. Gunakan VPN untuk Mengenkripsi Data

Virtual Private Network (VPN) adalah salah satu alat paling efektif untuk melindungi data saat menggunakan Wi-Fi publik. VPN bekerja dengan mengenkripsi lalu lintas internet, sehingga informasi yang dikirim dan diterima tidak bisa dengan mudah disadap oleh peretas. Pastikan Anda memilih layanan VPN terpercaya yang memiliki kebijakan tanpa pencatatan (no-log policy) dan menggunakan enkripsi tingkat tinggi.

  1. Hindari Mengakses Data Sensitif

Sebisa mungkin, hindari membuka layanan perbankan online, email penting, atau platform yang menyimpan informasi pribadi ketika menggunakan Wi-Fi publik. Jika memang harus mengaksesnya, pastikan Anda menggunakan jaringan yang aman, seperti hotspot pribadi atau VPN.

  1. Matikan Wi-Fi Otomatis Agar Tidak Terhubung ke Jaringan Tak Dikenal

Banyak perangkat memiliki fitur yang memungkinkan mereka secara otomatis terhubung ke jaringan Wi-Fi yang tersedia. Hal ini berisiko karena perangkat bisa tersambung ke jaringan palsu yang dibuat oleh peretas. Untuk mencegahnya, pastikan fitur "Auto Connect to Wi-Fi" dinonaktifkan di pengaturan perangkat Anda.

  1. Gunakan Jaringan Seluler (Hotspot Pribadi) Jika Memungkinkan

Jika Anda membutuhkan koneksi internet yang lebih aman, menggunakan data seluler atau berbagi koneksi melalui hotspot pribadi adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan Wi-Fi publik. Jaringan seluler lebih sulit diretas dibandingkan Wi-Fi terbuka karena data yang dikirim melalui jaringan ini umumnya dienkripsi oleh penyedia layanan.

  1. Pastikan Situs yang Diakses Menggunakan HTTPS

Situs yang menggunakan HTTPS memiliki lapisan keamanan tambahan yang mengenkripsi data antara pengguna dan server. Sebelum memasukkan informasi pribadi di suatu situs, pastikan URL-nya diawali dengan "https://" dan bukan "http://". Hindari mengakses situs yang tidak memiliki enkripsi ini, terutama saat menggunakan jaringan Wi-Fi publik.

  1. Nonaktifkan Berbagi File dan Bluetooth Saat Terhubung ke Wi-Fi Publik

Beberapa peretas dapat mengakses perangkat melalui fitur berbagi file atau koneksi Bluetooth yang aktif. Oleh karena itu, matikan file sharing, AirDrop, atau fitur berbagi lainnya saat terhubung ke Wi-Fi publik untuk mencegah akses yang tidak sah ke perangkat Anda.

  1. Gunakan Autentikasi Dua Faktor (2FA) untuk Meningkatkan Keamanan Akun

Mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) menambahkan lapisan keamanan ekstra pada akun online Anda. Dengan 2FA, meskipun peretas berhasil mencuri kata sandi Anda, mereka tetap membutuhkan kode verifikasi tambahan yang biasanya dikirimkan melalui SMS, email, atau aplikasi autentikasi untuk bisa masuk ke akun Anda. Hal ini dapat mencegah akses yang tidak sah ke data pribadi Anda.

Kesimpulan

Menggunakan Wi-Fi publik memang memberikan kemudahan, tetapi juga membawa risiko keamanan yang tidak boleh diabaikan. Peretas dapat dengan mudah mengeksploitasi jaringan tidak aman untuk mencuri informasi sensitif pengguna. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan menerapkan langkah-langkah perlindungan, seperti menggunakan VPN, menghindari akses ke data sensitif, serta memastikan perangkat dan koneksi yang digunakan tetap aman.

Cara terbaik untuk melindungi data pribadi adalah dengan menghindari Wi-Fi gratis yang tidak terpercaya dan selalu menggunakan jaringan yang lebih aman, seperti hotspot pribadi atau koneksi seluler. Jika tetap harus menggunakan Wi-Fi publik, pastikan untuk mengikuti langkah-langkah keamanan yang telah dijelaskan agar data tetap terlindungi.

Sebagai pengguna internet yang cerdas, selalu utamakan keamanan dalam setiap aktivitas online. Data pribadi adalah aset yang sangat berharga, dan mencegahnya dari tangan peretas adalah langkah yang tidak bisa diabaikan.

Bagikan:

Avatar

Andhika RDigital Marketing at Fourtrezz

Semua Artikel

Artikel Terpopuler

Berlangganan Newsletter FOURTREZZ

Jadilah yang pertama tahu mengenai artikel baru, produk, event, dan promosi.

Partner Pendukung

infinitixyberaditif

© 2025 PT Tiga Pilar Keamanan. All Rights Reserved.
Info Ordal