Jumat, 18 September 2026 | 2 min read | Andhika R

Ancaman Malware Hibrida Lokal "Mantax Otax", Eksploitasi Layanan Aksesibilitas Android untuk Pencurian OTP dan Spionase

Lanskap keamanan perangkat seluler di Indonesia tengah menghadapi ancaman baru yang terorganisasi secara lokal. Firma keamanan siber Zimperium mengungkap operasi malware Android mutakhir bernama Mantax Otax yang dikendalikan secara spesifik oleh aktor ancaman asal Indonesia untuk menargetkan korban domestik.

Malware ini merupakan ancaman hibrida yang menggabungkan kemampuan Ransomware (penyanderaan data) dan Spyware (spionase). Beroperasi di luar pantauan toko aplikasi resmi, Mantax Otax dirancang untuk secara senyap menyedot kredensial finansial, memintas otentikasi dua faktor (OTP), dan mengkompromikan privasi perangkat secara total. Bagi sektor korporat yang menerapkan kebijakan Bring Your Own Device (BYOD), perangkat karyawan yang terinfeksi malware ini merupakan jalur pintas menuju kompromi data perusahaan.

Baca Juga: Kerentanan Kritis "VM Escape" Hantam VMware Workstation & Fusion, Sistem Host Korporat Terancam

Tim Pusat Operasi Keamanan (SOC) dan pengelola infrastruktur TI perlu mewaspadai kapabilitas teknis dari Mantax Otax berikut:

Kapabilitas TaktisDeskripsi Operasional
Vektor Infiltrasi & Hak AksesDisalurkan via rekayasa sosial/kampanye phishing berupa unduhan fail APK berbahaya (Sideloading). Malware menipu pengguna untuk mengaktifkan fitur Layanan Aksesibilitas (Accessibility Services), memberikan peretas kontrol absolut.
Infrastruktur C2 TersembunyiAlamat peladen Command and Control (C2) tidak ditanam langsung, melainkan diekstraksi secara dinamis dari repositori GitHub untuk menghindari deteksi awal jaringan.
Spionase & Pencegatan OTPMampu mencuri PIN kunci layar, merekam histori peramban, lokasi, dan log panggilan. Secara kritis, malware ini mencegat SMS OTP dan menggunakan simulasi interaksi layar untuk membaca pesan WhatsApp dan Telegram secara diam-diam.
Modul RansomwareMampu mengenkripsi seluruh fail perangkat. Modul ini beroperasi optimal pada Android 9 ke bawah (pada Android 10+, fitur Scoped Storage membatasi jangkauan enkripsi peretas ke direktori eksternal).
Eksfiltrasi Perangkat KerasPeretas dapat mengambil alih kamera secara diam-diam untuk memotret korban, serta memicu gangguan psikologis berupa penayangan video layar penuh (jumpscare).


Kehadiran Mantax Otax adalah peringatan kritis bahwa aktor ancaman lokal telah memiliki kapabilitas untuk memantau kontrol keamanan modern pada ekosistem seluler.

Adapun yang perlu diperhatikan:

  1. Bahaya Laten Kebijakan BYOD: Jika ponsel pintar karyawan digunakan untuk menerima OTP korporat atau mengakses grup WhatsApp bisnis, infeksi Mantax Otax akan memberikan peretas akses langsung ke dalam percakapan dan kredensial akses aset kritis perusahaan Anda.
  2. Mitigasi Postur Perangkat (Device Posture): Mengandalkan Google Play Protect (yang saat ini sudah mulai memblokir Mantax Otax) tidaklah cukup. Perusahaan harus menggunakan solusi Mobile Threat Defense (MTD) atau Unified Endpoint Management (UEM) yang secara otomatis memutus akses ponsel karyawan ke jaringan kantor jika fitur Sideloading (Instal aplikasi dari sumber tidak dikenal) atau Layanan Aksesibilitas mencurigakan sedang aktif.

Peretas lokal semakin memahami kebiasaan digital masyarakat Indonesia dan mengeksploitasinya melalui rekayasa sosial yang meyakinkan.

Bagikan:

Avatar

Andhika RDigital Marketing at Fourtrezz

Semua Artikel

Artikel Terpopuler

Berlangganan Newsletter FOURTREZZ

Jadilah yang pertama tahu mengenai artikel baru, produk, event, dan promosi.

Partner Pendukung

infinitixyberaditif

© 2026 PT Tiga Pilar Keamanan. All Rights Reserved.