Kamis, 7 Mei 2026 | 3 min read | Andhika R
FBI Peringatkan Peretas Afiliasi Tiongkok Tidak Lagi Aman di Luar Negeri
Biro Investigasi Federal (FBI) mengeluarkan peringatan keras kepada para peretas yang bekerja untuk pemerintah asing: perlindungan hukum yang mereka terima di negara asal tidak berlaku begitu mereka melintasi perbatasan internasional. Peringatan ini disampaikan menyusul keberhasilan ekstradisi Xu Zewei (34), seorang warga negara Tiongkok, dari Italia ke Amerika Serikat atas tuduhan keterlibatan dalam kampanye peretasan global yang masif.
Asisten Direktur FBI, Brett Leatherman, menegaskan bahwa penggunaan kontraktor pihak ketiga oleh pemerintah Tiongkok telah "di luar kendali" dan sering kali digunakan sebagai alat untuk menciptakan "Penyangkalan yang Masuk Akal" (Plausible Deniability) atas aktivitas ilegal tersebut.
Baca Juga: CISA Bunyikan Alarm, Celah 9 Tahun "Copy Fail" di Linux Ancam Infrastruktur Cloud Global
Xu Zewei ditangkap di Milan, Italia, pada Juli 2025. Setelah melalui proses hukum di pengadilan Italia yang mengizinkan ekstradisi, ia akhirnya dikirim ke AS untuk menghadapi dakwaan terkait aktivitas peretasan yang dilakukan pada tahun 2020 dan 2021.
Berikut adalah poin-poin utama dakwaan terhadap Xu Zewei:
- Afiliasi Intelijen: Xu diduga bekerja untuk sebuah kontraktor Tiongkok di bawah arahan Biro Keamanan Negara Shanghai—sebuah lembaga intelijen di bawah kementerian keamanan Tiongkok.
- Target Riset Medis: Peretasan ini menyasar universitas, ahli imunologi, dan ahli virologi di AS yang sedang melakukan penelitian kritis terkait vaksin, perawatan, dan pengujian COVID-19.
- Operasi Terarah: Xu menerima instruksi langsung dari pejabat intelijen untuk menargetkan akun email spesifik milik para peneliti medis tersebut.
Selain pencurian riset medis, Xu dan rekan konspiratornya dituduh bertanggung jawab atas eksploitasi kerentanan pada program email Microsoft Exchange Server dalam kampanye yang dikenal secara global sebagai "Hafnium".
Dalam kampanye Hafnium tersebut, para peretas menyasar:
- Firma Hukum: Digunakan sebagai pintu masuk untuk mencari informasi sensitif tentang pembuat kebijakan dan lembaga pemerintah AS.
- Lembaga Pemerintah: Berusaha mendapatkan akses ke data strategis nasional.
Reaksi Diplomatik: Juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, Liu Pengyu, membantah keras tuduhan tersebut, menyebut kasus ini bermotif politik, hasil fabrikasi, serta melanggar kebebasan pribadi dan hak-hak sah warga negara Tiongkok.
Ekstradisi Xu Zewei menandai titik balik penting dalam strategi penegakan hukum siber internasional. Fenomena penggunaan "kontraktor siber" sebagai lapisan proxy memberikan tantangan berat dalam hal atribusi dan penindakan hukum.
Dari perspektif intelijen keamanan korporat, insiden ini menggarisbawahi beberapa risiko struktural bagi organisasi:
- Ekosistem Kontraktor sebagai Senjata: Pemerintah asing semakin sering menggunakan entitas bisnis swasta (kontraktor) untuk menyembunyikan keterlibatan langsung negara. Hal ini memperumit deteksi karena lalu lintas serangan mungkin tampak seperti aktivitas kriminal biasa, bukan spionase negara.
- Kerentanan Infrastruktur "Legacy": Keberhasilan kampanye Hafnium membuktikan bahwa bahkan perangkat lunak global seperti Microsoft Exchange dapat menjadi titik lemah yang melumpuhkan ribuan organisasi sekaligus jika tidak dikelola dengan postur zero-trust.
- Yurisdiksi Global sebagai Instrumen Mitigasi: Keberhasilan ekstradisi dari Italia membuktikan bahwa kerja sama antar-negara kini menjadi instrumen efektif untuk memberikan efek jera (deterrence) kepada individu yang sebelumnya merasa aman di bawah perlindungan negara pendukungnya.
Bagi organisasi di sektor kesehatan, pendidikan, dan hukum, ancaman spionase bukan lagi sekadar risiko teknis, melainkan risiko geopolitik yang memerlukan pemantauan terus-menerus terhadap anomali pada akses identitas dan integritas data riset.
Andhika RDigital Marketing at Fourtrezz
Artikel Terpopuler
Tags: Insiden Siber, Kepercayaan Digital, Keamanan Siber, Data Breach, Pemulihan Reputasi
Baca SelengkapnyaBerita Teratas
Berlangganan Newsletter FOURTREZZ
Jadilah yang pertama tahu mengenai artikel baru, produk, event, dan promosi.


