Senin, 14 Juli 2025 | 11 min read | Andhika R

Bahaya Menggunakan Tanggal Lahir sebagai Kata Sandi

Banyak orang masih memilih tanggal lahir sebagai kata sandi karena dianggap mudah diingat dan pribadi. Bahkan data survei terbaru menunjukkan sebagian besar pengguna internet menggabungkan informasi pribadi ke dalam kata sandi mereka. Misalnya, sekitar 59% orang dewasa di Amerika Serikat melibatkan nama atau tanggal lahir dalam password mereka. Selain itu, dalam praktiknya banyak orang merasa tanggal lahir adalah informasi aman, padahal kenyataannya bersifat publik. Fenomena ini seringkali terabaikan, padahal risiko keamanan yang muncul sangat serius. Kesalahan memilih kata sandi sederhana seperti tanggal lahir justru mempermudah upaya peretasan, sehingga data dan akun pribadi berpotensi bocor.

Secara umum, password yang mudah ditebak (seperti tanggal lahir, nama anak, atau kata-kata umum) dapat dengan cepat ditembus oleh pelaku kejahatan siber. Padahal, kata sandi adalah “penjaga” data pribadi dan finansial kita. Jika terlupakan atau dibocorkan, konsekuensinya bisa parah. Oleh karena itu, penting untuk memahami mengapa penggunaan tanggal lahir sebagai kata sandi merupakan risiko yang serius dan bagaimana hal ini masih kerap diabaikan.

Bahaya Menggunakan Tanggal Lahir sebagai Kata Sandi.webp

Mengapa Tanggal Lahir Adalah Kata Sandi yang Lemah

Tanggal lahir tergolong informasi publik yang sangat mudah ditebak. Berikut beberapa alasan utama mengapa tanggal lahir adalah pilihan kata sandi yang lemah:

  • Mudah Ditebak dan Tertebak. Tanggal lahir adalah data pribadi yang tidak rahasia – banyak orang mempublikasikannya di media sosial atau membagikannya kepada teman dan kerabat. Akun Facebook, Instagram, atau LinkedIn sering kali memuat kolom tanggal lahir pengguna. Dengan demikian, pelaku kejahatan dapat dengan mudah menemukan ulang tanggal lahir korban melalui profil media sosial atau data publik lainnya. Selain itu, banyak orang menggunakan format yang konsisten (misalnya DDMMYYYY), sehingga peretas hanya perlu mencoba kombinasi yang sudah umum.
  • Sering Terjadi pada Daftar Password Umum. Dalam serangan kamus (dictionary attack), para hacker menggunakan daftar kata sandi populer yang meliputi informasi pribadi seperti tanggal lahir, nama hewan peliharaan, atau kode pos. Ahli keamanan bahkan menyarankan untuk tidak menggunakan detail pribadi apa pun termasuk tanggal lahir dalam membuat password. Kaspersky, misalnya, menekankan agar tanggal lahir, nama hewan, dan informasi mudah ditemukan lainnya dihindari. Artinya, pola tanggal lahir biasanya sudah masuk dalam kamus serangan, sehingga peluang berhasilnya peretasan semakin besar.
  • Target Prioritas Serangan Brute-Force. Alat serangan brute-force dan serangan kamus modern memprioritaskan kombinasi yang umum digunakan. Sebagai contoh, otomatisasi serangan akan dengan cepat mencoba pola tanggal lahir populer (misalnya “01011990”, “19900101”, dan varian serupa) karena statistik menunjukkan banyak pengguna menggunakan pola tersebut. Dengan kekuatan komputer saat ini, serangan brute-force ini bisa menebak jutaan kemungkinan dalam waktu singkat. Jika kata sandi Anda berupa tanggal lahir, pelaku kejahatan hanya butuh sedikit waktu untuk menerobosnya.

Dengan demikian, meskipun terasa personal, tanggal lahir adalah data yang mudah diakses. Menggabungkannya ke dalam kata sandi justru membuat sandi tersebut sangat lemah dan rentan terhadap serangan cyber.

Bagaimana Hacker Menebak Kata Sandi Anda

Pelaku kejahatan siber memiliki berbagai cara untuk menebak dan mencuri kata sandi, termasuk metode modern yang memanfaatkan informasi pribadi dan kebocoran data. Beberapa teknik utama meliputi:

  • Rekayasa Sosial (Social Engineering). Hacker sering kali menipu korban secara langsung untuk mendapatkan informasi. Misalnya, peretas bisa berpura-pura menjadi petugas IT bank atau platform online, lalu meminta korban “mengkonfirmasi” kata sandi mereka karena ada masalah keamanan. Dengan berpura-pura situasi darurat atau menggunakan alasan lain, korban yang tidak curiga dapat terperdaya dan memberikan kata sandi atau informasi pribadi lainnya. Contoh nyata adalah skenario panggilan telepon di mana penyerang mengaku dari departemen IT, menyebutkan aktivitas mencurigakan, lalu meminta korban mengulangi kata sandi mereka. Teknik ini memanfaatkan kepercayaan dan rasa panik korban untuk mengungkap password.
  • Penggalian Data Terbuka (OSINT). Hacker juga memanfaatkan Open-Source Intelligence (OSINT) untuk mengumpulkan data dari internet. Mereka merayapi profil media sosial, database publik, forum, dan sumber online lainnya untuk mengumpulkan detail pribadi Anda – termasuk tanggal lahir, nama keluarga, nama hewan peliharaan, alamat, dan hobi. Informasi ini kemudian digunakan untuk menyesuaikan serangan. Misalnya, jika peretas tahu tanggal lahir dan nama Anda, mereka mungkin mencoba kombinasi “NamaAnda123” atau “TglLahirAnda” sebagai kata sandi. Elliott Davis, perusahaan keamanan siber, menyebut bahwa penyerang dapat menggunakan OSINT untuk mengumpulkan data pribadi dari profil online dan memanfaatkannya dalam serangan rekayasa sosial guna mengakses akun sensitif.
  • Pemanfaatan Pola Kata Sandi dari Kebocoran Data. Banyak kasus kebocoran data mengungkap informasi pribadi sekaligus pola kata sandi korbannya. Misalnya, dalam kebocoran besar-besaran, data pengguna sering termasuk nama lengkap dan tanggal lahir. Jika pengguna tersebut memakai tanggal lahir sebagai password, penyerang langsung mengetahui pola tersebut. Contoh nyatanya adalah insiden peretasan eBay tahun 2014: data 145 juta pengguna bocor, termasuk tanggal lahir. Dalam situasi seperti ini, siapa pun yang mendapatkan data tersebut bisa menebak password lain korban (jika digunakan ulang) hanya dengan informasi hari lahir. Demikian pula, Verizon mengungkapkan 81% pelanggaran data disebabkan oleh password yang dikompromikan, dimana banyak di antaranya terjadi karena kata sandi lemah atau mudah ditebak berdasarkan info pribadi.
  • Alat Peretasan Modern. Para hacker juga sering mengandalkan perangkat lunak khusus yang mengotomatisasi tebakan kata sandi. Misalnya, botnet dapat menjalankan serangkaian skrip untuk mencoba kombinasi angka dan huruf secara masif, atau menggunakan algoritma canggih untuk menebak pola umum. Jika Anda menggunakan tanggal lahir, alat ini secara otomatis mencoba variannya (seperti menambahkan tahun lahir, bulan, atau simbol) dengan sangat cepat, jauh lebih cepat daripada upaya manual manusia.

Dengan kata lain, pengetahuan terhadap identitas pribadi (tanggal lahir, nama keluarga, dsb) memudahkan hacker dalam merancang serangan. Baik melalui rekayasa sosial maupun otomasi, mereka memanfaatkan detail seperti tanggal lahir untuk membuka peluang masuk. Ini berarti kapan saja ada kebocoran data atau profil Anda diintip, password berbasis tanggal lahir menjadi target utama.

Risiko Nyata yang Mengintai

Jika tanggal lahir menjadi kata sandi Anda, risikonya bukan sekadar teori – ini nyata dan serius. Peretas yang berhasil masuk ke akun Anda dapat melakukan berbagai tindakan merugikan:

  • Akses Ilegal ke Akun Penting. Dengan kata sandi yang diketahui, penyerang bisa langsung masuk ke akun email, media sosial, atau rekening bank Anda. Mereka dapat mencuri data pribadi, mengirim spam atau malware ke kontak Anda, atau melakukan transaksi tidak sah. Misalnya, jika hacker menguasai akun bank Anda, ia bisa memindahkan dana secara diam-diam. Atau jika mengambil alih media sosial, mereka bisa menyebarkan informasi palsu atas nama Anda. Akses tidak sah ini menimbulkan kerugian finansial langsung dan terganggunya privasi.
  • Penyalahgunaan Identitas. Informasi pribadi yang dicuri (termasuk identitas Anda) dapat digunakan untuk penipuan identitas. Pelaku bisa membuka rekening atau kartu kredit atas nama Anda, mengajukan pinjaman, atau membeli barang secara daring dengan identitas Anda. Hal ini dapat menimbulkan utang yang bukan tanggung jawab Anda dan merusak reputasi finansial. Elliott Davis mencatat bahwa bagi individu, resiko meliputi pencurian identitas, penipuan finansial, dan kerusakan reputasi. Semua ini terjadi saat pelaku menggunakan data pribadi (seperti tanggal lahir) untuk menipu sistem keamanan.
  • Kerugian Finansial dan Reputasi. Akibat dari akses ilegal dan penipuan identitas tidak hanya pada kerugian uang langsung. Kehilangan kepercayaan dan reputasi juga menjadi taruhannya. Saat akun Anda disalahgunakan, keluarga, teman, atau kolega mungkin diperalat untuk menanggung beban dampaknya. Di dunia profesional, hal ini bisa merusak citra jika data pribadi bocor. Misalnya, muncul skandal atau penyebaran fitnah menggunakan akun Anda bisa mempengaruhi reputasi baik di media sosial atau forum publik.
  • Dampak Jangka Panjang. Sekalipun Anda berhasil mendapatkan kembali kendali akun, jejak kriminalitas tetap ada. Anda harus mengganti semua kata sandi lain yang mungkin terhubung, memonitor laporan kredit, bahkan menghadapi tuntutan jika identitas disalahgunakan. Perbaikan masalah ini bisa menghabiskan waktu dan biaya besar. Dengan kata lain, menggunakan tanggal lahir sebagai kata sandi dapat mengakibatkan kerugian berlipat ganda baik materiil maupun mental.

Intinya, konsekuensi nyata penggunaan tanggal lahir sebagai password sangat luas: mulai dari kerugian finansial langsung hingga dampak psikologis karena identitas Anda disalahgunakan. Semua ini bisa dihindari dengan satu langkah sederhana: memilih kata sandi yang lebih aman.

Cara Membuat Kata Sandi yang Aman dan Sulit Ditebak

Untuk melindungi diri dari bahaya di atas, berikut kiat membuat kata sandi yang lebih kuat dan aman:

  • Gabungkan Beragam Karakter. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Semakin banyak jenis karakter yang digunakan, semakin sulit kata sandi dipecahkan. Misalnya, alih-alih hanya “kaTasanDi2023”, buatlah “K@tSa$ND!2023#” yang mencampurkan simbol tak beraturan. Rekomendasi resmi (FTC) menyarankan panjang minimal 15 karakter yang mengombinasikan huruf besar-kecil, angka, dan simbol.
  • Panjang Kata Sandi Minimal. Buat kata sandi setidaknya sepanjang 12–15 karakter. Password yang lebih panjang secara eksponensial meningkatkan waktu dan usaha peretas untuk membobolnya. Salah satu strategi adalah membuat passphrase (frasa sandi) berupa rangkaian kata acak yang bermakna bagi Anda saja, misalnya “LalU4hariK3f3bRUari!” (dari kalimat “lalu empat hari ke Februari”). Frasa seperti ini relatif mudah diingat tapi sangat sulit ditebak oleh program otomatis.
  • Hindari Informasi Pribadi. Jangan gunakan tanggal lahir, nama keluarga, nama hewan peliharaan, atau kata favorit Anda dalam kata sandi. Informasi tersebut mudah ditemukan (misalnya di media sosial) dan biasanya ada dalam daftar tebakan hacker. Ahli keamanan menyarankan untuk tidak menggabungkan detail pribadi apa pun dalam password. Misalnya, jangan memakai pola seperti “Budi1985!” atau “AnjingSyaKIm”.
  • Gunakan Unik untuk Setiap Akun. Jangan memakai satu kata sandi yang sama untuk semua akun. Jika satu akun terkena serangan, akun lainnya tetap aman karena password berbeda. Meskipun sulit mengingat banyak kata sandi, solusi terbaik adalah memakai password manager. Tools ini dapat membuat dan menyimpan kata sandi kompleks secara otomatis. FTC juga menganjurkan penggunaan pengelola kata sandi untuk menghasilkan kata sandi kuat dan unik serta menyimpannya dengan aman.
  • Ganti Password Secara Berkala. Meski bukan pengganti kata sandi kuat, mengganti password secara teratur (misalnya setiap 3–6 bulan) dapat mengurangi risiko jika kata sandi lama telah bocor tanpa sepengetahuan Anda. Pastikan pula tidak mengulang pola lama dalam penggantian agar tetap sulit ditebak.
  • Aktifkan Notifikasi Keamanan. Banyak layanan menyediakan notifikasi atau email saat ada login dari perangkat baru. Manfaatkan fitur ini agar segera tahu jika ada aktivitas mencurigakan. Jika menerima pemberitahuan login asing, segera ubah kata sandi dan lakukan pemeriksaan keamanan.

Dengan menerapkan kombinasi di atas – panjang, kompleks, unik, dan tersembunyi – Anda menciptakan kata sandi yang jauh lebih kuat daripada tanggal lahir. Upaya kecil ini sangat berbuah besar untuk melindungi data Anda.

Solusi Modern: Gunakan Autentikasi Ganda (2FA)

Selain memilih kata sandi kuat, teknologi otentikasi ganda (2FA) kini menjadi solusi proteksi tambahan yang penting. Apa itu 2FA? Autentikasi dua faktor adalah proses login yang memerlukan dua tahapan verifikasi berbeda. Anda pertama-tama memasukkan kata sandi (faktor pertama), kemudian sistem meminta faktor kedua, misalnya kode unik. Contohnya, banyak situs mengirim kode OTP melalui SMS ke ponsel Anda ketika login. Itu adalah 2FA sederhana. Dengan demikian, meski kata sandi Anda bocor, pelaku tidak bisa masuk tanpa kode kedua. Boston University bahkan menyatakan bahwa 2FA “menetralkan risiko terkait kata sandi yang dikompromikan”. Artinya, jika password Anda dicuri, tanpa persetujuan faktor kedua peretas tidak akan punya akses. FTC juga menjelaskan, hacker yang mencuri password tetap tidak bisa masuk tanpa faktor kedua.

Berikut beberapa bentuk umum 2FA yang dapat diterapkan:

  • Kode SMS/Email (OTP). Layanan mengirimkan kode sekali pakai (biasanya 6 digit) melalui SMS atau email. Setelah memasukkan password, Anda harus mengetikkan kode tersebut agar dapat melanjutkan login. Meskipun metode ini mudah diimplementasikan, ia rentan terhadap serangan SIM swapping atau penyadapan SMS.
  • Aplikasi Autentikator. Aplikasi seperti Google Authenticator atau Authy menghasilkan kode OTP secara lokal di ponsel Anda (berbasis waktu/TOTP). Ini lebih aman daripada SMS karena kode dihasilkan di perangkat Anda dan berubah setiap beberapa puluh detik. Saat login, Anda membuka aplikasi dan menyalin kode tersebut sebagai verifikasi kedua.
  • Kunci Keamanan / Biometrik. Perangkat keras (misalnya USB security key seperti YubiKey) atau fitur bawaan ponsel (sidik jari, pengenal wajah) juga dapat berfungsi sebagai faktor kedua. Cara ini disebut faktor “sesuatu yang Anda miliki” (hardware key) atau “sesuatu yang Anda adalah” (biometrik). Kunci fisik memberikan lapisan pertahanan ekstra karena membutuhkan akses fisik dan autentikasi perangkat. FTC menyebut metode ini sebagai yang paling aman, di samping aplikasi autentikator dan OTP SMS.

Penting untuk diingat: 2FA sangat dianjurkan meski password sudah kuat. Password yang ampuh sekalipun tetap bisa dicuri (misalnya lewat rekayasa sosial atau malware). Dalam situasi seperti itu, 2FA menjadi tameng kedua. Menurut FTC, meski Anda menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan 2FA berarti “kunci tetap terkunci” saat ada upaya peretasan karena dibutuhkan langkah tambahan. Dengan 2FA, jika ada yang mencoba masuk ke akun Anda tanpa persetujuan Anda, sistem akan meminta kode kedua dan menghentikan upaya tersebut. Jadi, sebisa mungkin aktifkan 2FA pada setiap layanan yang menawarkan fitur ini (misalnya email, media sosial, aplikasi perbankan, dan sejenisnya).

Kesimpulan: Ganti Sekarang Sebelum Terlambat

Menggunakan tanggal lahir sebagai kata sandi mungkin terasa nyaman, tetapi risikonya terlalu besar untuk diabaikan. Banyak studi dan kasus keamanan menunjukkan bahwa informasi pribadi semacam itu mudah dimanfaatkan oleh para peretas. Sekali kata sandi Anda dirusak, segala akun dan data pribadi Anda terancam – mulai dari email hingga rekening bank.

Oleh karena itu, segera evaluasi kekuatan kata sandi Anda. Jika saat ini Anda masih menggunakan tanggal lahir atau pola serupa, ganti segera dengan kata sandi kuat yang panjang, acak, dan unik untuk setiap akun. Aktifkan pula autentikasi ganda agar tingkat perlindungan bertambah. Dengan langkah-langkah sederhana ini, Anda dapat mengamankan akun online Anda dengan jauh lebih efektif. Jangan tunggu sampai terjadi kebocoran – ubah sekarang dan jauhkan diri dari bahaya yang mengintai.

Sumber: Data dan rekomendasi di atas didasarkan pada riset keamanan terbaru dan pedoman resmi industri, termasuk rekomendasi FTC dan temuan studi Verizon yang menyoroti tingginya persentase serangan akibat kata sandi lemah, serta laporan keamanan siber independen. Menerapkan langkah-langkah yang dijelaskan dapat secara signifikan meningkatkan perlindungan Anda dalam dunia digital.

Bagikan:

Avatar

Andhika RDigital Marketing at Fourtrezz

Semua Artikel

Artikel Terpopuler

Berlangganan Newsletter FOURTREZZ

Jadilah yang pertama tahu mengenai artikel baru, produk, event, dan promosi.

Partner Pendukung

infinitixyberaditif

© 2025 PT Tiga Pilar Keamanan. All Rights Reserved.
Info Ordal