Kamis, 27 Februari 2025 | 8 min read | Andhika R

Jangan Klik Link Sembarangan! Begini Cara Mengetahui Email Phishing atau Asli

Pernah dapat email yang isinya seperti ini?

"Akun Anda akan dinonaktifkan dalam 24 jam jika tidak segera diperbarui. Klik tautan di bawah ini untuk mengamankan akun Anda."

Atau mungkin email dari bank yang tiba-tiba meminta Anda memasukkan data pribadi?

Kalau iya, hati-hati! Itu bisa jadi phishing, salah satu metode penipuan paling umum di dunia digital. Email phishing dirancang agar terlihat seperti pesan resmi, padahal tujuannya mencuri informasi pribadi—mulai dari password, data perbankan, hingga akses akun penting.

Dampaknya? Bisa fatal! Banyak orang kehilangan uang, akun mereka diretas, atau data pribadi mereka bocor ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kita harus lebih waspada dan tahu cara membedakan email asli dengan email phishing.

Berikut adalah cara mengenali email phishing dan langkah-langkah agar tidak terjebak jebakan siber ini.

Jangan Klik Link Sembarangan! Ini Cara Mengetahui Apakah Email Phishing atau Asli.webp

Apa Itu Email Phishing?

Singkatnya, Ini Modus Penipuan Digital

Phishing adalah upaya penipuan yang bertujuan mencuri data pribadi dengan cara menyamar sebagai pihak resmi, biasanya melalui email. Pelaku mengirimkan email yang terlihat sah, sering kali mengatasnamakan bank, perusahaan teknologi, atau instansi pemerintah.

Mereka ingin korban mengklik tautan berbahaya atau mengunduh file berisi malware, yang bisa mencuri data atau menginfeksi perangkat korban.

Bagaimana Cara Kerjanya?

  1. Mengelabui korban dengan email palsu
    • Biasanya meniru desain, logo, dan gaya komunikasi dari perusahaan asli.
  2. Menyertakan tautan berbahaya
    • Tautan ini mengarah ke situs palsu yang menyerupai halaman login asli.
  3. Mencuri informasi pribadi
    • Jika korban memasukkan data login atau informasi sensitif, pelaku langsung mendapatkannya.

Contoh Nyata

Kasus phishing ini sudah banyak terjadi. Misalnya, beberapa tahun lalu, Google dan Facebook sempat tertipu hingga kehilangan sekitar $100 juta karena serangan phishing yang mengatasnamakan vendor palsu.

Bukan cuma perusahaan besar, orang biasa pun sering jadi korban. Ada banyak kasus pengguna perbankan yang kehilangan tabungan karena mereka tanpa sadar memasukkan data login mereka ke situs palsu yang dibuat semirip mungkin dengan halaman bank asli.

Ciri-Ciri Email Phishing yang Harus Diwaspadai

Email phishing sering kali mirip dengan email asli, tapi kalau diperhatikan dengan baik, pasti ada tanda-tanda mencurigakan. Berikut beberapa ciri yang wajib diwaspadai:

  1. Alamat Pengirim yang Tidak Masuk Akal

Perusahaan besar atau bank tidak akan pernah menggunakan email gratis seperti @gmail.com atau @yahoo.com untuk komunikasi resmi. Kalau Anda menerima email dari alamat seperti [email protected], bisa dipastikan itu palsu.

Selalu cek alamat email pengirim. Kalau domainnya aneh atau berbeda sedikit dari domain resmi (misalnya @banknasional-security.com alih-alih @banknasional.co.id), jangan percaya begitu saja.

  1. Bahasa dan Tata Ejaan yang Berantakan

Banyak email phishing dibuat oleh pelaku dari luar negeri yang menggunakan penerjemah otomatis. Akibatnya, kalimat yang digunakan sering kali terdengar aneh, kaku, atau penuh typo.

Contoh:
"Mohon untuk verifikasi akun Anda sekarang juga agar terhindar dari pemblokiran yang tidak diinginkan!"
"Akun Anda terdeteksi aktivitas mencurigakan. Jika Anda merasa tidak melakukan hal ini, harap segera cek akun Anda melalui aplikasi resmi."

  1. Pesan yang Mendesak dan Menakut-nakuti

Pelaku phishing sering menggunakan teknik psikologis untuk membuat korban panik dan bertindak cepat tanpa berpikir panjang.

Misalnya:

  • "Akun Anda akan dinonaktifkan dalam 24 jam!"
  • "Segera lakukan verifikasi atau saldo Anda akan diblokir!"
  • "Anda mendapatkan hadiah Rp10 juta! Klik di sini untuk klaim!"

Jika sebuah email meminta Anda bertindak secepat mungkin tanpa memberikan waktu untuk berpikir, itu patut dicurigai.

  1. Tautan atau Lampiran Mencurigakan

Jangan pernah asal klik tautan dalam email. Arahkan kursor ke atas tautan tanpa mengkliknya, lalu lihat apakah URL yang muncul sesuai dengan situs resminya.

Misalnya:
www.banknasional.co.id/login (Situs resmi)
www.banknasional-security-update.com (Situs phishing)

Jangan juga asal mengunduh file dari email yang tidak dikenal. Bisa jadi file tersebut mengandung virus atau malware yang mencuri data pribadi Anda.

Cara Memeriksa Apakah Email Asli atau Palsu

Kalau ragu apakah email yang Anda terima asli atau palsu, lakukan beberapa langkah ini:

  1. Cek Alamat Email Pengirim

Gunakan fitur “View Details” atau “Show Original” pada email untuk melihat alamat lengkapnya. Jika terlihat aneh atau tidak familiar, lebih baik abaikan.

  1. Jangan Langsung Klik Tautan

Arahkan kursor ke tautan (tanpa mengkliknya) dan lihat apakah URL yang muncul sesuai dengan situs resminya. Jika berbeda, jangan pernah mengkliknya.

  1. Cek Keaslian Domain dengan WHOIS

Jika masih ragu, gunakan layanan WHOIS Lookup untuk melihat pemilik domain yang mengirimkan email tersebut. Jika domain baru dibuat atau tidak ada hubungannya dengan perusahaan asli, kemungkinan besar itu phishing.

  1. Jangan Pernah Masukkan Data Pribadi ke Email

Perusahaan resmi tidak akan pernah meminta informasi sensitif seperti username, password, atau nomor kartu kredit melalui email. Jika email yang Anda terima meminta data tersebut, langsung abaikan dan laporkan sebagai spam.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menerima Email Phishing?

Jika Anda menerima email yang mencurigakan dan berpotensi sebagai phishing, langkah terbaik adalah tidak bereaksi secara impulsif. Banyak orang panik ketika membaca email yang mengancam pemblokiran akun atau kehilangan akses ke layanan tertentu. Hal ini justru yang dimanfaatkan oleh pelaku phishing. Untuk itu, berikut langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

  1. Jangan Membalas Email atau Mengklik Tautan Apa Pun

Resistensi pertama terhadap serangan phishing adalah dengan tidak menanggapi email yang mencurigakan. Jangan membalas email tersebut, karena hal itu justru mengkonfirmasi kepada penyerang bahwa alamat email Anda aktif dan dapat menjadi target lebih lanjut. Selain itu, mengklik tautan dalam email dapat mengarahkan Anda ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri informasi pribadi Anda.

  1. Laporkan ke Penyedia Email (Gmail, Yahoo, Outlook, dll.)

Layanan email seperti Gmail, Yahoo, dan Outlook memiliki fitur bawaan untuk melaporkan email phishing. Melaporkan email ini membantu penyedia layanan untuk meningkatkan sistem deteksi mereka, sehingga email serupa dapat langsung disaring dan tidak sampai ke pengguna lain.

  • Gmail: Klik ikon tiga titik di samping email, lalu pilih "Laporkan phishing".
  • Yahoo Mail: Pilih email, lalu klik ikon titik tiga dan pilih "Laporkan sebagai phishing".
  • Outlook: Pilih email, klik "Junk", lalu pilih "Phishing".
  1. Gunakan Fitur ‘Mark as Spam’ atau ‘Report Phishing’

Jika email phishing terus muncul di kotak masuk Anda, gunakan fitur Mark as Spam agar sistem penyaring email secara otomatis memindahkan email serupa ke folder spam di masa mendatang.

Selain itu, beberapa organisasi, seperti bank dan penyedia layanan digital, memiliki alamat email khusus untuk pelaporan phishing. Anda dapat meneruskan email mencurigakan ke layanan pelanggan mereka untuk membantu mencegah penipuan lebih lanjut.

  1. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA) untuk Perlindungan Tambahan

Mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) adalah salah satu langkah paling efektif untuk melindungi akun Anda dari akses tidak sah. Jika seseorang mencoba masuk menggunakan kredensial yang dicuri, mereka masih memerlukan kode tambahan yang dikirimkan ke ponsel atau perangkat lain yang Anda miliki. Ini memberikan lapisan keamanan ekstra terhadap serangan phishing.

Cara Mencegah Menjadi Korban Phishing di Masa Depan

Phishing terus berkembang dengan metode yang semakin canggih. Oleh karena itu, selain mengenali ciri-ciri email phishing, penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan agar Anda tidak menjadi korban di masa depan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

  1. Selalu Cek Sumber Informasi Sebelum Mengklik Tautan

Sebelum mengklik tautan yang terdapat dalam email, periksa asal email tersebut. Jangan mudah percaya dengan email yang meminta Anda untuk segera mengambil tindakan tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Jika email berasal dari bank atau layanan lain, lebih baik kunjungi situs resminya secara langsung melalui browser daripada mengklik tautan dalam email.

  1. Gunakan Email dengan Keamanan Tambahan

Jika memungkinkan, gunakan email bisnis atau layanan email yang memiliki fitur keamanan lebih baik dibandingkan email gratis. Beberapa layanan email bisnis menawarkan enkripsi tambahan, autentikasi tingkat lanjut, dan pemfilteran otomatis terhadap email mencurigakan.

Selain itu, pastikan Anda tidak membagikan alamat email utama secara sembarangan di forum atau situs publik yang dapat memudahkan pelaku phishing mendapatkan informasi kontak Anda.

  1. Jangan Gunakan Kata Sandi yang Sama di Berbagai Akun

Menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa akun berbeda adalah kebiasaan yang sangat berisiko. Jika satu akun Anda diretas melalui serangan phishing, akun lainnya juga berpotensi terkena dampaknya. Gunakan kombinasi kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun, serta gunakan pengelola kata sandi (password manager) jika diperlukan.

  1. Selalu Perbarui Perangkat Lunak Keamanan

Pastikan sistem operasi, browser, dan perangkat lunak antivirus Anda selalu diperbarui ke versi terbaru. Pembaruan ini sering kali mencakup patch keamanan untuk menutup celah yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku phishing dan peretas lainnya.

Firewall dan perangkat lunak keamanan lainnya juga dapat membantu menyaring email berbahaya sebelum mencapai kotak masuk Anda.

  1. Ikuti Berita dan Edukasi Tentang Kejahatan Siber

Phishing terus berkembang dengan teknik yang semakin sulit dikenali. Oleh karena itu, tetap terinformasi dengan membaca berita terkait keamanan siber dan mengikuti edukasi yang diberikan oleh organisasi terpercaya.

Jika Anda bekerja di lingkungan yang rentan terhadap serangan phishing, seperti di sektor keuangan atau teknologi, mengikuti pelatihan keamanan siber dapat menjadi langkah tambahan yang sangat bermanfaat.

Kesimpulan

Phishing adalah salah satu ancaman siber yang terus berkembang dengan berbagai metode yang semakin sulit dikenali. Serangan ini tidak hanya mengincar individu, tetapi juga perusahaan besar, bank, dan institusi penting lainnya. Oleh karena itu, kesadaran dan kewaspadaan digital sangat penting agar kita tidak menjadi korban dari penipuan semacam ini.

Memahami cara kerja phishing dan mengenali ciri-cirinya adalah langkah pertama dalam melindungi diri. Tidak hanya itu, tindakan pencegahan seperti tidak mudah percaya pada email mencurigakan, selalu memeriksa sumber informasi sebelum mengklik tautan, serta menggunakan autentikasi dua faktor (2FA) bisa menjadi tameng yang kuat dalam menjaga keamanan akun dan data pribadi.

Selain melindungi diri sendiri, menyebarkan informasi ini kepada keluarga, teman, dan rekan kerja juga sangat penting. Semakin banyak orang yang memahami ancaman phishing, semakin kecil kemungkinan pelaku kejahatan siber berhasil menjalankan aksinya.

Di era digital ini, keamanan siber bukan hanya tanggung jawab perusahaan teknologi atau lembaga keuangan, tetapi juga setiap individu yang menggunakan internet. Tetap waspada, selalu berpikir kritis, dan jangan mudah terjebak dalam trik penipu dunia maya.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan kepada orang-orang terdekat agar mereka juga dapat menghindari jebakan phishing. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan digital yang lebih aman!

Bagikan:

Avatar

Andhika RDigital Marketing at Fourtrezz

Semua Artikel

Artikel Terpopuler

Berlangganan Newsletter FOURTREZZ

Jadilah yang pertama tahu mengenai artikel baru, produk, event, dan promosi.

Partner Pendukung

infinitixyberaditif

© 2025 PT Tiga Pilar Keamanan. All Rights Reserved.
Info Ordal