Jumat, 11 Oktober 2024 | 2 min read | Andhika R
Menghadapi Ancaman Cyber: Keamanan Digital Butuh Kerja Tim yang Solid
Keamanan siber di era digital yang semakin kompleks tak lagi bisa hanya diandalkan oleh individu atau satu departemen saja. Seperti sebuah "Tim Sepakbola" upaya mempertahankan keamanan digital membutuhkan kolaborasi lintas sektor—dari tim IT, manajemen, hingga pengguna akhir. Ancaman siber yang terus berkembang, seperti ransomware dan serangan phishing, menuntut adanya kerja sama dalam pengawasan, respons, dan pengelolaan risiko.
Pada acara CIONet yang digelar baru-baru ini di Zurich, Swiss, para senior IT dan pemimpin bisnis berkumpul untuk mendiskusikan sejumlah tantangan cyber security (keamanan siber) yang ada saat ini. Konsensus di antara para peserta dari berbagai sektor menyoroti perlunya mengamankan dan menjaga kualitas data, serta terus bersiap untuk membuatnya ‘selalu siap tersedia’ kembali setelah terjadinya serangan siber.
Dalam memerangi ancaman siber, membutuhkan upaya semua orang yang terlibat di dalam organisasi. Intinya, keamanan siber harus menjadi sebuah olahraga tim. Sebuah laporan dari Hitachi menemukan bahwa 75 persen perusahaan telah terkena serangan ransomware dalam 12 bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sekitar 48 persen menjadi korban, serta parahnya 23 persen di antaranya mengalami lebih dari satu kali serangan.
Baca Juga: Peluncuran Film Joker Jadi Umpan Empuk Penyebaran Malware
Salah satu tantangan utama dalam kolaborasi keamanan siber adalah menjaga komunikasi yang efektif antar-departemen. Tidak jarang terjadi miskomunikasi yang berujung pada kelalaian, seperti akses yang tidak disengaja ke informasi sensitif atau penggunaan perangkat yang tidak aman. Pentingnya pelatihan yang berkelanjutan serta peningkatan kesadaran akan keamanan siber menjadi salah satu pilar untuk membangun ‘tim’ yang lebih tangguh.
Sebagai tambahan, teknologi yang canggih, seperti kecerdasan buatan (AI) dan analitik data besar, bisa membantu tim dalam mendeteksi ancaman siber lebih cepat dan akurat. Namun, alat-alat ini tidak bisa menggantikan peran manusia sepenuhnya. Keputusan strategis dan kebijakan tetap harus diambil oleh manusia berdasarkan informasi dan hasil analisis yang diberikan oleh teknologi.
Kolaborasi lintas departemen dan penggunaan teknologi canggih ini menjadikan keamanan siber sebagai tanggung jawab bersama yang harus dijaga dengan ketat, agar perusahaan dan individu dapat terlindungi dari ancaman yang terus berkembang.

Andhika RDigital Marketing at Fourtrezz
Artikel Terpopuler
Tags: Keamanan Data, Pengujian Sistem, Kebocoran Data, Audit Keamanan, Penetration Test
Baca SelengkapnyaBerita Teratas
Berlangganan Newsletter FOURTREZZ
Jadilah yang pertama tahu mengenai artikel baru, produk, event, dan promosi.

PT. Tiga Pilar Keamanan
Grha Karya Jody - Lantai 3Jl. Cempaka Baru No.09, Karang Asem, Condongcatur
Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta 55283
Informasi
Perusahaan
Partner Pendukung



