Kamis, 10 Oktober 2024 | 3 min read | Andhika R
Peluncuran Film Joker Jadi Umpan Empuk Penyebaran Malware
Dengan rilis film "Joker", penjahat siber melihat kesempatan besar untuk menyebarkan malware ke pengguna internet yang mencari konten terkait film tersebut, seperti trailer, klip, atau unduhan ilegal. Mereka memanfaatkan antusiasme publik dengan menyematkan malware di situs streaming atau file unduhan palsu.
Kaspersky mengungkapkan bahwa adanya pelaku kejahatan siber yang memanfaatkan euforia menjelang peluncuran film Joker: Folie a Deux di seluruh dunia. Para hacker ini memanfaatkan euforia film Joker terbaru untuk menyebarkan penipuan phishing online. Phishing ini menyasar mereka yang ingin menonton film baru itu secara online. Mereka yang mau nonton Joker: Folie a Deux secara daring berisiko tertipu dan memberikan data sensitif serta uang mereka.
Upaya kejahatan siber modus pertama ini ditemukan oleh pakar Kaspersky. Peneliti keamanan Kaspersky menemukan bahwa adanya penawaran palsu berlangganan untuk bisa menonton film tersebut secara gratis. Melalui situs web phishing tersebut, pengguna diminta untuk memasukkan informasi kartu kredit untuk mendaftar. Sayangnya setelah hal ini dilakukan, film yang dijanjikan itu tidak akan pernah bisa diakses. Selanjutnya, penipu yang telah mendapatkan akses ke detail kartu korban dan dapat menggunakannya untuk transaksi penipuan atau berjualan di dark web.
Para penjahat siber, dalam hal ini juga membuat situs web phishing yang menawarkan akses gratis ke film Joker. Ketika pengguna memutar videonya, mereka malah diarahkan ke halaman yang lain. Seringkali halaman lain itu justru mempromosikan skema menghasilkan uang dengan cara cepat dan mudah, menawarkan hadiah cuma-cuma, atau keuntungan yang lainnya.
Baca Juga: Peluncuran Film Joker Jadi Umpan Empuk Penyebaran Malware
Pakar Keamanan Kaspersky Olga Svistunova mengatakan, "Menjelang pemutaran perdana, ada banyak orang yang mencari cara mendapatkan akses lebih awal ke film Joker: Folie a Deux. Akibatnya, risiko menjadi korban semacam itu pun meningkat." Ia pun menyarankan pengguna memverifikasi dengan cermat tempat mereka memasukkan informasi sensitif dan memasang software antivirus yang andal, yang mampu memberi peringatan tentang situs web berbahaya.
Selain itu, para ahli mengingatkan bahwa seringkali penjahat siber memanfaatkan momen besar seperti peluncuran film, acara olahraga, atau berita besar lainnya untuk menarik korban yang tidak waspada. Mengunduh dari sumber yang sah dan berhati-hati saat memberikan informasi pribadi dapat menjadi langkah pencegahan utama dalam menghadapi ancaman seperti ini.
Dalam menghadapi tren ini, perusahaan keamanan siber juga disarankan untuk meningkatkan perlindungan perangkat mereka melalui teknologi berbasis AI dan melakukan edukasi publik terkait potensi bahaya dari malware yang sering kali tersembunyi di balik euforia acara populer.
Sebagai pengguna, selalu penting untuk waspada, menghindari file yang tidak sah, dan memahami bahwa ancaman siber bisa datang dari mana saja termasuk dari hal-hal yang tampak tidak berbahaya seperti film yang sangat dinantikan.

Andhika RDigital Marketing at Fourtrezz
Artikel Terpopuler
Tags: Keamanan Data, Pengujian Sistem, Kebocoran Data, Audit Keamanan, Penetration Test
Baca SelengkapnyaBerita Teratas
Berlangganan Newsletter FOURTREZZ
Jadilah yang pertama tahu mengenai artikel baru, produk, event, dan promosi.

PT. Tiga Pilar Keamanan
Grha Karya Jody - Lantai 3Jl. Cempaka Baru No.09, Karang Asem, Condongcatur
Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta 55283
Informasi
Perusahaan
Partner Pendukung



