Badiklat Kemhan Berkomitmen Tingkatkan Kompetensi ASN Melalui Pelatihan Berbasis Teknologi

Ilustrasi berita

Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Teknis dan Fungsional Pertahanan (Tekfunghan) terus berupaya menyediakan layanan pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi yang kredibel dan profesional. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemhan di seluruh Indonesia serta meningkatkan Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IP-ASN).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan pelatihan daring, seperti Pelatihan Jarak Jauh Manajemen ASN & Sistem Informasi ASN, serta Pelatihan Kesadaran Keamanan Siber (Cyber Security Awareness) TA 2024. Pelatihan ini berlangsung di Jakarta dari tanggal 4-7 Juni 2024 dan diikuti oleh 950 peserta dari berbagai satuan kerja (Satker) Kemhan dan TNI.

Pelatihan Manajemen ASN dan Sistem Informasi ASN diselenggarakan bekerja sama dengan Biro Kepegawaian (Ropeg) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan. Sementara itu, Pelatihan Cyber Security Awareness berkolaborasi dengan Pusat Pertahanan Siber Badan Informasi dan Komunikasi Pertahanan (Bainstrahan) Kemhan dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusbang SDM) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Zainul Arifin, yang diwakili oleh Kapusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan, Endang Purwaningsih, menekankan bahwa pelatihan jarak jauh ini bertujuan tidak hanya untuk menambah wawasan, tetapi juga untuk mempersiapkan ASN dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks dan dinamis.

 

Baca Juga: Regulasi untuk Kebebasan di Ruang Digital Diperlukan, Kata Para Pakar Keamanan Siber

 

“Manajemen ASN dan SI-ASN adalah pondasi penting dalam mengelola sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI. Sementara itu, kesadaran akan keamanan siber (cyber security awareness) menjadi semakin krusial di tengah ancaman siber yang terus berkembang,” ujar Endang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/6/2024).

Endang juga menyebutkan bahwa metode pelatihan jarak jauh dianggap efektif dan efisien mengingat keterbatasan anggaran negara dan tuntutan pemanfaatan teknologi informasi saat ini. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, ASN Kemhan dan TNI dapat mengikuti pelatihan dari tempat tugas masing-masing tanpa harus meninggalkan tugas mereka untuk datang ke Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan Jakarta.

Selain itu, pelatihan jarak jauh juga memungkinkan para ASN Kemhan yang bertugas di berbagai Unit Organisasi (UO) Kemhan dan UO TNI di seluruh Indonesia untuk berkomunikasi dan bertukar informasi secara daring. Hal ini menjadi wadah strategis untuk saling bertemu dan berbagi pengetahuan antar sesama PNS Kemhan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan komitmen ini, Badiklat Kemhan berharap dapat terus meningkatkan profesionalitas dan kompetensi ASN Kemhan dan TNI untuk menghadapi tantangan di era digital yang terus berkembang.

Andhika R.

Andhika R.

Digital Marketing at Fourtrezz
Artikel Teratas