Kamis, 21 Mei 2026 | 3 min read | Andhika R

OJK Dorong Adopsi AI sebagai Perisai Utama Perbankan Hadapi Anomali Trafik Siber

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI) di industri perbankan kini telah melampaui sekadar otomatisasi layanan nasabah (seperti chatbot). AI kini memegang peran fundamental sebagai lapis pertahanan taktis dalam menghadapi eskalasi ancaman siber global.

Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deden Firman Hendarsyah, menegaskan bahwa kemajuan teknologi merupakan aspek krusial yang tidak bisa ditawar oleh industri perbankan. Dalam forum perbankan yang digelar pada Rabu (13/5/2026), Deden menyoroti urgensi penggunaan AI untuk mengantisipasi serangan siber yang semakin kompleks, khususnya dalam mendeteksi anomali trafik jaringan dan mencegah kebocoran data (data breach) pengguna.

Urgensi OJK agar perbankan serius mengembangkan pertahanan siber berbasis AI tidak lepas dari realitas ancaman nasional. Merujuk pada data intelijen dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia saat ini menduduki posisi 10 besar negara yang paling banyak menjadi target serangan anomali trafik di dunia.

"Entah apa yang menjadikan Indonesia itu menarik bagi para hacker dan pelaku kejahatan siber, tapi memang faktanya Indonesia masuk dalam top 10 target anomali trafik," ujar Deden.

Baca Juga: Kebocoran Data Mitra NVIDIA GeForce NOW di Armenia, Mengungkap Celah Keamanan Pihak Ketiga

Mengingat proyeksi model bisnis bank di masa depan akan bermigrasi secara total ke arah ekosistem layanan digital, inovasi berkelanjutan dalam melindungi ekosistem tersebut menjadi syarat mutlak bagi operasional perbankan.

Terkait tata kelola regulasi, OJK saat ini masih mengambil pendekatan yang adaptif. Deden menjelaskan bahwa pihak otoritas masih memantau perkembangan teknologi ini secara saksama sebelum mengesahkan aturan yang mengikat.

"Ini nanti kita akan lihat perkembangannya, apakah pada waktunya diperlukan suatu Peraturan OJK (POJK) tentang kecerdasan buatan. Tapi saat ini belum, saat ini kita baru mengeluarkan tentang panduan," jelasnya. Pendekatan ini memberikan ruang bagi bank untuk berinovasi sambil tetap berpegang pada koridor panduan etika dan keamanan standar dari OJK.

Pernyataan OJK mengonfirmasi bahwa pendekatan keamanan siber tradisional berbasis aturan statis (rule-based security) sudah tidak lagi memadai untuk melindungi institusi keuangan. Serangan siber modern menggunakan otomatisasi untuk mengubah pola serangannya setiap detik.

Dari kacamata arsitektur keamanan korporat perbankan, Fourtrezz menyoroti tiga implementasi taktis AI yang harus segera diadopsi oleh CISO (Chief Information Security Officer):

  1. Analisis Perilaku Pengguna dan Entitas (UEBA): AI tidak hanya memantau sistem, tetapi juga mempelajari "kewajaran" (baseline) dari setiap nasabah dan karyawan. Jika kredensial seorang karyawan tiba-tiba mencoba mengunduh gigabita data nasabah pada pukul 3 pagi (sebuah anomali perilaku), sistem UEBA berbasis AI akan secara otomatis memutus akses tersebut secara seketika (real-time) sebelum kebocoran data terjadi.
  2. Deteksi dan Respons Jaringan (NDR) Berbasis Pembelajaran Mesin: Merespons data BSSN terkait tingginya "anomali trafik", teknologi NDR yang ditenagai AI mutlak diperlukan. AI mampu membedakan mana trafik yang melonjak karena promosi perbankan yang sah, dan mana trafik yang merupakan bagian dari serangan Distributed Denial of Service (DDoS) tersembunyi yang bertujuan melumpuhkan mobile banking.
  3. Perburuan Ancaman Otomatis (Automated Threat Hunting): Daripada menunggu peringatan (alert) dari pusat pemantauan (SOC) yang sering kali kewalahan (alert fatigue), AI dapat secara proaktif berpatroli di dalam jaringan internal bank untuk mencari anomali terkecil atau malware yang bersembunyi (seperti Advanced Persistent Threats/ APT) sebelum mereka sempat mengeksekusi serangannya.

Keamanan di era perbankan digital 4.0 bukan lagi tentang seberapa kuat "dinding" perlindungan yang Anda bangun, melainkan seberapa cerdas sistem Anda dalam mendeteksi musuh yang sudah berada di depan pintu.

Bagikan:

Avatar

Andhika RDigital Marketing at Fourtrezz

Semua Artikel

Artikel Terpopuler

Berlangganan Newsletter FOURTREZZ

Jadilah yang pertama tahu mengenai artikel baru, produk, event, dan promosi.

Partner Pendukung

infinitixyberaditif

© 2026 PT Tiga Pilar Keamanan. All Rights Reserved.