Senin, 20 April 2026 | 3 min read | Andhika R
PANDI Gandeng TNN Global, Berantas Dominasi Domain Judi Online dan Phishing di RI
Sepanjang tahun 2025, lanskap keamanan siber Indonesia diwarnai oleh eksploitasi infrastruktur penamaan domain internet. Praktik Judi Online (Judol) dan serangan Phishing mendominasi grafik penyalahgunaan nama domain nasional. Menghadapi kompleksitas aktor ancaman yang semakin terstruktur, metode pelaporan konvensional (blokir manual berbasis aduan masyarakat) terbukti tidak lagi memadai untuk mengimbangi kecepatan peretas.
Merespons krisis tersebut, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengambil langkah agresif. Tepat pada 17 Maret 2026, PANDI meresmikan kemitraan strategis dengan Trusted Notifier Network (TNN), sebuah jaringan mitigasi global yang berfokus pada penanganan penyalahgunaan Domain Name System (DNS).
Baca Juga: Situs Resmi CPUID Diretas, Pengunduh CPU-Z dan HWMonitor Jadi Korban Trojan "STX RAT"
Langkah taktis utama dari kemitraan ini adalah pengintegrasian sistem pertahanan lokal dengan jaringan global. PANDI akan mengkoneksikan platform Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX) milik mereka secara langsung ke dalam aliran data Trusted Notifiers internasional.
Dalam ekosistem baru ini, pendekatan penanganan dibagi menjadi dua peran krusial yang lebih terstruktur dan berkeadilan:
- Pemberitahu Terakreditasi (Trusted Notifiers): Ini bukanlah pelapor publik biasa. Entitas ini adalah lembaga yang telah melewati proses akreditasi ketat—seperti firma keamanan siber profesional, penegak hukum, dan organisasi masyarakat sipil—yang memiliki rekam jejak valid serta metodologi forensik yang kuat dalam memverifikasi penyalahgunaan domain.
- Pihak Perantara (Intermediary): PANDI mengambil peran ini secara penuh sebagai registri domain .id. Sebagai perantara, mereka bertugas mengeksekusi penindakan (seperti takedown atau penangguhan domain) secara cepat berdasarkan laporan terverifikasi dari para Trusted Notifiers.
Ketua PANDI, John Sihar Simanjuntak, menegaskan bahwa sebagai registri terbesar di Asia Tenggara, PANDI memprioritaskan proses penanganan yang teruji dan selaras dengan regulasi hukum Indonesia. "Kami mendorong lebih banyak Trusted Notifier dan Intermediary dapat bergabung, terutama yang berada di Indonesia," ungkapnya.
Di sisi lain, perwakilan TNN, Alban, menyambut baik langkah PANDI sebagai sinyal kuat bagi dunia internasional bahwa komunitas perantara di Indonesia telah siap mengadopsi struktur penanganan DNS yang profesional.
Langkah PANDI mengadopsi standar Trusted Notifier Network merupakan pergeseran paradigma yang sangat krusial dalam pertahanan siber level nasional. Memutus akses di level DNS adalah bentuk mitigasi hulu (upstream mitigation)yang paling efektif.
Meninjau fenomena merajalelanya situs judi online dan phishing yang menyasar perbankan nasional, kolaborasi ini menyelesaikan satu masalah terbesar dalam respons insiden: Waktu Menuju Mitigasi (Time-to-Mitigation). Dari kacamata intelijen ancaman (Threat Intelligence), Fourtrezz menyoroti keunggulan strategis dari model operasional ini:
- Eliminasi Positif Palsu (False Positives): Model pelaporan terbuka (publik) sering kali dipenuhi oleh laporan palsu atau tidak akurat yang membuang waktu analis. Dengan membatasi pelaporan hanya dari Trusted Notifiers, PANDI dapat melewati fase verifikasi awal yang panjang dan langsung melompat ke fase eksekusi (takedown).
- Deteksi Kampanye Tersinkronisasi: Sindikat phishing atau judi online jarang menggunakan satu domain. Mereka menggunakan algoritma penghasil domain (DGA) untuk mendaftarkan ratusan domain sekaligus. Integrasi IDADX dengan jaringan global memungkinkan PANDI mendeteksi pola registrasi domain berbahaya ini secara real-timesebelum domain tersebut aktif digunakan untuk menyerang warga negara Indonesia.
- Tuntutan bagi Registrar Lokal: Kebijakan ini harus diikuti dengan penegakan Service Level Agreement (SLA) yang ketat bagi seluruh registrar (pengecer domain) di bawah PANDI. Ketika laporan dari TNN masuk, registrar harus mampu melakukan penangguhan domain dalam hitungan jam, bukan lagi hari.
Integrasi ini adalah bukti bahwa peperangan melawan kejahatan siber terorganisasi tidak bisa dimenangkan dengan kebijakan isolasi; ia membutuhkan intelijen global yang dieksekusi dengan ketegasan otoritas lokal.
Andhika RDigital Marketing at Fourtrezz
Artikel Terpopuler
Tags: Keamanan Siber, Penetration Testing, Integrasi Sistem, Risiko Data, Audit Keamanan
Baca SelengkapnyaBerita Teratas
Berlangganan Newsletter FOURTREZZ
Jadilah yang pertama tahu mengenai artikel baru, produk, event, dan promosi.



