Jumat, 2 Januari 2026 | 3 min read | Andhika R

Kebocoran Data B2B Terbesar 2025: 4,3 Miliar Rekam Data Profesional Terekspos dalam Database 16 TB Tanpa Password

Dunia keamanan siber kembali diguncang oleh penemuan yang mencengangkan pada pertengahan Desember 2025. Sebuah basis data (database) berukuran raksasa—mencapai 16 Terabyte—ditemukan terbiar terbuka di internet tanpa perlindungan kata sandi sedikitpun.

Di dalam wadah penyimpanan digital yang tidak terkunci tersebut, tersimpan 4,3 miliar rekam data profesional. Ini bukan sekadar kumpulan alamat email acak, melainkan salah satu himpunan data Lead Generation (pencarian prospek bisnis) terbesar yang pernah dikompilasi. Insiden ini menandakan bahwa profil profesional kita—mulai dari riwayat pekerjaan hingga keahlian teknis—kini berada di tangan terbuka, siap dieksploitasi oleh siapa saja yang menemukannya.

Baca Juga: Skandal Privasi Seoul National University: Data Ribuan Mahasiswa Terekspos Hampir Dua Tahun Akibat Kesalahan Google Form

Penemuan ini pertama kali diidentifikasi oleh peneliti keamanan siber ternama, Bob Diachenko, yang berkolaborasi dengan nexos.ai pada 23 November 2025.

  • Status Keamanan: Database tersebut menggunakan format MongoDB dan dibiarkan dalam status unsecured (tanpa otentikasi). Siapa pun dengan alamat IP yang tepat dapat mengakses, mengunduh, bahkan memanipulasi isinya.
  • Respon: Setelah peneliti menotifikasi pemilik (yang diduga kuat merupakan perusahaan Lead Generation), database tersebut akhirnya diamankan dua hari kemudian.
  • Asal Data: Data tersebut merupakan hasil praktik scraping (pengerukan data) skala industri dari platform jejaring profesional seperti LinkedIn dan layanan data B2B seperti Apollo.io. Struktur data menunjukkan adanya tautan sitemap ke situs web perusahaan lead generation yang mengklaim memiliki akses ke 700 juta profil profesional.

Data yang terekspos ini dikategorikan sebagai "Enriched Data" atau data yang diperkaya. Artinya, data ini telah diproses dan digabungkan dari berbagai sumber untuk menciptakan profil individu yang sangat lengkap. Informasi yang bocor meliputi:

  1. Nama Lengkap dan Foto Profil.
  2. Alamat Email dan Nomor Telepon.
  3. URL Profil LinkedIn.
  4. Jabatan (Job Title) dan Riwayat Pekerjaan masa lalu.
  5. Nama Perusahaan Pemberi Kerja.
  6. Riwayat Pendidikan dan Daftar Keahlian (Skills).
  7. Lokasi Geografis.

Tanda waktu (timestamps) pada data menunjukkan bahwa informasi ini dikumpulkan atau diperbarui sepanjang tahun 2025, menjadikannya dataset yang sangat segar, relevan, dan akurat secara global.

Mengapa kebocoran ini sangat berbahaya? Jawabannya terletak pada Kecerdasan Buatan (AI). Kebocoran ini menyediakan "cetak biru" yang sempurna bagi penjahat siber untuk melancarkan serangan Rekayasa Sosial (Social Engineering) yang digerakkan oleh AI.

  1. Phishing yang Dipersonalisasi: Dengan mengetahui riwayat pekerjaan dan rekan kerja korban, AI dapat menulis email phishing yang sangat spesifik (misalnya: "Halo Budi, bagaimana proyek X di perusahaan lama Anda?"). Tingkat keberhasilan serangan semacam ini jauh lebih tinggi daripada spam acak.
  2. CEO Fraud & BEC: Sindikat kriminal dapat memetakan struktur organisasi perusahaan target dengan presisi tinggi, memudahkan mereka melakukan penipuan Business Email Compromise (BEC) atau menyamar sebagai eksekutif (CEO Fraud).
  3. Doxing Korporat: Kumpulan data ini memungkinkan pembuatan profil komprehensif (dossiers) target bernilai tinggi, menggabungkan data profesional ini dengan kebocoran password dari insiden lain untuk mengambil alih akun korporat.

Bagi organisasi dan profesional di seluruh dunia, termasuk Indonesia, insiden ini meningkatkan risiko keamanan secara drastis. Filter keamanan tradisional mungkin gagal mendeteksi serangan yang menggunakan konteks pekerjaan yang valid. Karyawan kini menghadapi risiko lebih tinggi untuk menjadi target penipuan yang terlihat sangat meyakinkan karena penipu "mengenal" latar belakang profesional mereka.

Bagikan:

Avatar

Andhika RDigital Marketing at Fourtrezz

Semua Artikel

Artikel Terpopuler

Berlangganan Newsletter FOURTREZZ

Jadilah yang pertama tahu mengenai artikel baru, produk, event, dan promosi.

Partner Pendukung

infinitixyberaditif

© 2026 PT Tiga Pilar Keamanan. All Rights Reserved.
Info Ordal